
Bintang Bayern Munich, Joshua Kimmich, kini sudah dalam "mode fokus" dan siap tempur menghadapi Real Madrid di perempat final Liga Champions. Untuk bisa mencuri kemenangan di Santiago Bernabéu, Kimmich menilai Bayern tidak hanya harus berani mendikte permainan, tetapi juga dituntut untuk tetap adaptif.
"Secara garis besar, kami ingin memaksakan gaya main kami di setiap pertandingan. Namun, Real Madrid punya keunikan tersendiri; mereka bisa menciptakan bahaya dari situasi apa pun. Sangat penting bagi kami untuk menunjukkan kekuatan di lapangan, tapi tentu saja, kami juga harus fleksibel mengimbangi gaya main mereka," ujar Kimmich (dikutip dari @iMiaSanMia).
Ujian Pamungkas di Panggung Terbesar
Bagi Kimmich, laga kontra Madrid bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan sebuah ujian mentalitas dan taktik yang sesungguhnya.
"Jika ingin mengalahkan Real, Anda harus berada dalam kondisi puncak, baik secara mental maupun taktik. Saat ini suasana tim sangat positif dan semua pemain siap diturunkan. Ini adalah ujian pamungkas, panggung yang diimpikan oleh setiap pesepak bola. Kami sudah tidak sabar untuk bertarung besok," tambahnya.
Mengenai rekor buruk Bayern yang sering tersingkir di Bernabéu belakangan ini, Kimmich merasa situasinya kali ini berbeda. "Dulu kami sering memainkan leg kedua di sini, tapi besok segalanya mungkin belum akan diputuskan karena kami masih punya leg kedua di Munich. Kami sangat antusias menyambut laga ini."
Waspadai Kylian Mbappé sebagai 'Senjata Mematikan'
Kimmich juga memberikan perhatian khusus pada sosok Kylian Mbappé. Ia sadar betul betapa cepatnya kapten timnas Prancis tersebut bisa mengubah keadaan, bahkan dalam laga yang berjalan alot sekalipun.
"Mbappé adalah pemain yang bisa memberikan dampak besar bagi tim mana pun. Kualitas individunya luar biasa, apalagi dia adalah kapten Prancis. Dia sudah menentukan banyak laga musim ini, bahkan saat pertandingan berjalan sangat ketat. Dia adalah senjata mematikan. Saya sudah sering berhadapan dengannya, jadi kami sudah tahu apa yang harus diantisipasi," tegas Kimmich.
Tak Ambil Pusing Soal Wasit
Menanggapi kekhawatiran soal kepemimpinan wasit yang sering menjadi isu dalam duel klasik ini, pemain berusia 31 tahun itu menegaskan bahwa ia tidak ingin terganggu oleh hal-hal di luar teknis.
"Saya sama sekali tidak memikirkan itu dan tidak merasa khawatir. Bagi kami, perempat final melawan Real Madrid adalah pertandingan yang sangat spesial. Saya ingat pernah ke sini saat masih kecil hanya untuk melihat stadion, padahal saat itu tidak ada pertandingan. Saat itu saja saya sudah terpukau betapa megahnya stadion ini. Anda berlatih setiap hari demi momen-momen besar seperti ini, dan saya harap kami bisa memberikan performa terbaik besok," pungkasnya.












