Monday, December 11, 2023

Misteri Angka '4': Suratan Takdir Bayern Muenchen di Liga Champions 2009/201

Artikel ini mungkin sekadar hiburan, atau mungkin sebuah 'cocoklogi' yang cukup masuk akal untuk diterima. Ada fenomena unik yang menyertai perjalanan Bayern Muenchen di Liga Champions musim 2009/2010: misteri angka ‘4’. Entah ini hanya kebetulan belaka atau memang pertanda alam, jejak angka ini terus muncul dari fase grup hingga babak gugur, bahkan merembet hingga partai puncak di Madrid.

Mari kita bedah satu per satu bagaimana angka '4' mendominasi statistik Die Roten kala itu.

Fase Grup: Dominasi dan Pembalasan

Berada di Grup A bersama Juventus (Italia), Girondins Bordeaux (Prancis), dan Maccabi Haifa (Israel), Bayern memulai petualangannya dengan statistik yang unik.

  • Bayern vs Maccabi Haifa: Pada laga perdana, Bayern menang 3-0 di markas Haifa. Di pertemuan kedua, Ivica Olic memastikan kemenangan tipis 1-0.

  • Total gol Bayern ke gawang Haifa: 4 Gol.


  • Bayern vs Juventus: Setelah bermain imbang tanpa gol di Allianz Arena, laga penentuan terjadi di Delle Alpi. Skuad asuhan Louis van Gaal wajib menang untuk lolos. Sempat tertinggal lewat gol David Trezeguet, FC Hollywood mengamuk dan membalikkan keadaan menjadi 4-1 lewat aksi Butt, Olic, Gomez, dan Tymoschuk.

    • Total gol Bayern ke gawang Juventus: 4 Gol.


  • Bayern vs Girondins Bordeaux: Ini adalah titik terendah Bayern di fase grup. Mereka kalah 0-2 di kandang dan menyerah 1-2 saat bertandang ke Prancis.

    • Total kebobolan Bayern dari Bordeaux: 4 Gol.



Fase Gugur: Drama Agregat dan Keajaiban Arjen Robben

Memasuki babak knock-out, intensitas misteri angka '4' semakin menjadi-jadi melalui skor agregat yang identik.

  • Babak 16 Besar (vs Fiorentina): Bayern menang 2-1 di leg pertama, namun harus bersusah payah di Artemio Franchi pada leg kedua. Meski kalah 2-3 di Italia, Bayern tetap lolos berkat aturan gol tandang.

    • Skor Agregat: 4-4. (Mencetak 4 gol, Kebobolan 4 gol).


  • Perempat Final (vs Manchester United): Salah satu laga paling dramatis dalam sejarah klub. Menang 2-1 di Allianz Arena lewat gol telat Ivica Olic, Bayern nyaris tersingkir setelah tertinggal 0-3 di Old Trafford. Namun, gol Olic dan tendangan voli spektakuler Arjen Robben mengubah skor menjadi 2-3.

    • Skor Agregat: 4-4. (Mencetak 4 gol, Kebobolan 4 gol).


  • Semi Final (vs Olympique Lyon): Menghadapi wakil Prancis lainnya, Bayern tampil dominan. Menang 1-0 di leg pertama dan menutup leg kedua dengan hattrick Ivica Olic di Stade de Gerland (3-0).

    • Total gol Bayern ke gawang Lyon: 4 Gol.


Partai Puncak dan Kepingan Terakhir

Mitos ini sempat terlihat goyah di final Santiago Bernabeu. Kita tahu Bayern kalah 0-2 dari Inter Milan lewat brace Diego Milito. Di mana sisa angka '2' untuk melengkapi angka '4' tersebut?

Jawabannya muncul dari panggung yang berbeda namun di musim yang sama. Melalui program UEFA Grassroots Day yang digelar tiga hari sebelum final senior, tim Bayern Muenchen U-18 berhadapan dengan Inter Milan U-18. Hasilnya? Inter junior menang dengan skor identik: 2-0.

Jika kita menggabungkan hasil laga tim senior (0-2) dan tim junior (0-2) melawan lawan yang sama di pekan final yang sama, maka genaplah angka tersebut.

Total kekalahan Bayern (Senior & Junior) dari Inter Milan: 4 Gol.

Misteri angka '4' ini pun resmi menutup perjalanan fantastis sekaligus tragis bagi sang raksasa Bavaria di musim 2009/2010. Kebetulan? Silakan Anda simpulkan sendiri.

0 comments:

Post a Comment